Salam sahabat… Terimakasih atas semua telah menjadi saudaraku di FB...
tak ada kata selain terimakasih atas kebersamaan yang telah terjalin.
Dimanapun kita berada, semoga tetap terjalin keajaiban rasa dari pertemanan, persahabatan dan persaudaraan ini. Kian kokoh terjalin, sehingga nuansa berbagi senantiasa mewarnainya selalu.
Demi menularkan manfaat kearah perbaikan.
Peningkatan ilmu, perbaikan diri dan sharing tawa serta semangat.
terimakasih...
karena telah bersedia menjadi temanku yang dengan ikhlas menyempatkan waktunya untuk mendengarkan semua kisah...
yang entah kalian semua merasa risih atau tidak dengan ceritaku...
yang dengan ikhlas membuang pulsanya untuk menyempatkan membalas sms ataupun menelpon...
semua nasihat dan masukan dan dukungan kalian sangat berarti untukku...
tak banyak kata yang bisa ku ucap selain...
Jazakumuulah khoiron jaza... ^______^
Persahabatan..
Bukanlah secangkir susu hangat yang kita habiskan bersama
Bukan pula secarik kisah yang kita tulis tentang sedih dan senang
Juga bukan serangkum bunga yg dikirim ke wall kita
Dan ia pun bukan hanya sebentuk hati yang yg bertulis I ♥ U semata
Sahabat adalah peletak jejak
Tapak semangat di perjalanan hidup
Pembawa lilin ketika kita tak punya
Pemberi kue saat yang lain tak peduli
Sahabat..
Adalah dia.. yang lebih sering mengingatkanmu, demi menyadarkanmu
Bukanlah ia.. yang selalu memujimu, untuk melenakanmu
Persahabatan..
Merupakan perkongsian senyum
Kolaborasi rasa
Sesekali bersenandung syahdu dan pilu
Di lain waktu ceria dan penuh bahagia
Mentarimu.. adalah sahabat yang beriman
Wangimu.. dialah sahabat yang setia
Pendorong impianmu.. adalah sahabat sejati
Yang mengajakmu pada Allaah..
dialah sahabat mulia
Untaian ini tak akan pernah putus, karena tersambung pada jiwa, mengalun pada jalan Tuhan, hingga hanya akhir yang dapat menghentikannya..
Selasa, Juli 06, 2010
SURAT DARI AYAH
Surat seorang gadis kepada ayahnya
oleh Isa Alamsyah
Belum sempat John meletakkan tas kerjanya sepulang ke rumah, matanya
tertegun melihat sebuah surat tergeletak di atas meja.
Di sebuah amplop tertulis "Untuk ayah tersayang"
Setelah belasan tahun menjadi single parent, baru kali ini ada surat
untuknya dari Lucy, anak gadisnya. Ada apa?
Kalimat pertama pada surat itu sudah mengguncang hatinya;
Ayah tersayang, jika ayah membaca surat ini maka aku sudah tidak ada di
rumah.
Sekalipun berat John melanjutkan bacaan kata demi kata.
Ayah, aku telah menemukan pria yang akan mendampingiku selamanya.
Memang buat orang lain dia sudah terlalu tua, tapi bagiku pria berusia 45
tahun masih tetap muda.
Dia sangat energik ayah, kalau ayah mengenal lebih dekat dengannya pasti
ayah juga akan menyukainya.
Ayah jangan terkecoh dengan tato di seluruh tubuhnya atau janggut dan
brewoknya yang panjang atau puluhan tindik di telinga dan hidungnya, karena
jauh di dalam hatinya ia adalah orang baik.
Ia sangat sayang padaku, dan juga ayah dari anak di dalam kandunganku.
Istrinya tidak keberatan aku mendampinginya, karena istrinya sudah sibuk
mengurus anaknya yang banyak.
Oh iya, ayah tidak usah khawatir tentang kehidupanku.
Ia menguasai penjualan ekstasi di kota, jadi uang sama sekali bukan masalah
buat kehidupan kami.
Saya tahu ia sudah mengidap HIV sejak lama, tapi katanya dalam beberapa
tahun ke depan obat penyakit AIDS akan ditemukan jadi aku tidak perlu
khawatir bukan?
Ayah jangan bersedih karena aku bahagia.
Usiaku sudah 18 tahun ayah jadi aku bisa memutuskan yang terbaik untuk
hidupku.
Tanpa sadar, air mata sang ayah menetes jatuh ke lembar surat itu.
Bagaimana mungkin anaknya yang lucu dan periang bisa menjadi seperti inii?
Lembar pertama surat pertama baru saja selesai dibacanya.
Tangan sang ayah bergetar, berat rasanya, tapi ia membuka lembar kedua
surat itu.
Kali ini isinya jauh berbeda.
Ayah sayang,
Maaf, sebenarnya surat di halaman pertama tadi tidak benar-benar terjadi.
Saya hanya ingin menggambarkan betapa kemungkinan terburuk bisa terjadi
pada anak-anak gadis, dan syukurlah aku tidak demikian.
Ayah bahagia bukan, kalau aku tetap bersama ayah?
Ayah bahagia bukan, akau tidak menghancurkan diriku seperti itu?
Tentu saja, mempunyai anak yang rapornya jelek, jauh lebih menguntungkan
daripada mempunyai anak seperti itu.
Oh iya Ayah, raporku ada di dalam tas, nilainya jelek, maaf ya.
Silahkan ayah lihat, jangan lupa ditandatangani.
Besok guru ingin bicara dengan ayah tentang nilai raporku, jangan marah ya.
Kalau ayah tidak marah melihat nilai raporku, aku sedang bermain di rumah
sebelah, aku tunggu yah?
Love you Daddy.
"Lucy....... ...!" John berteriak dan lari ke rumah tetangganya, ia akan
mengitik habis anaknya yang 'keterlaluan' itu.
Lega rasanya hati John. Konyol tapi melegakan.
Tidak seperti kebanyakan ayah yang sedih melihat rapor anaknya yang buruk,
hati John justru berbunga-bunga karena ia tidak kehilangan anaknya.
Memang kali ini, keterlaluan sekali becanda anak gadisnya!
Sebenarnya Lucy hanya ingin agar ayahnya tidak marah melihat rapornya yang
buruk, untuk membuat masalah rapor buruk terlihat kecil ia membuat gambaran
masalah besar yang mungkin terjadi sehingga masalah yang ada jadi terlihat
kecil.
Ini sebenarnya adalah seni bersyukur dan seni berkomunikasi dengan diri.
Kalau Anda ingin bersyukur atas kesulitan yang kita terima maka kita
sebaiknya membayangkan kesulitan lebih besar yang mungkin bisa kita alami.
Dengan demikian kita bisa menghindari diri dari stres atau kegalauan yang
berkepanjangan.
Masalah kekecewaan hati atau rasa tidak bersyukur biasanya tidak
berhubungan dengan uang tapi lebih karena penerimaan hati.
Orang yang tidak bersyukur biasanya FOKUS PADA YANG TIDAK DIPUNYAI
sedangkan ORANG BERSYUKUR FOKUS PADA YANG DIMILIKI.
Kita bisa melihat anak kampung bahagia main layang layang yang 1 set
berharga tidak lebih dari Rp 5000.
Tapi anak orang kaya ngambek pada orang tuanya padahal baru dibelikan
pesawat remore control seharga 5 juta. Kenapa? Karena anak kaya itu suka
dengan yang model baru seharga 15 juta.
Ada anak kaya yang ngambek pada orang tuanya karena link internet putus
satu hari karena lupa bayar bulanan, padahal ia sudah beruntung bisa
mengakses internet selama 29 hari sebelumnya.
Memang apa yang dilakukan Lucy pada Ayahnya John agak keterlaluan, tapi itu
gambaran dramatis tentang bagaimana bisa membuat diri kita bersyukur apa
adanya.
Sudahkan Anda bersyukur hari ini?
oleh Isa Alamsyah
Belum sempat John meletakkan tas kerjanya sepulang ke rumah, matanya
tertegun melihat sebuah surat tergeletak di atas meja.
Di sebuah amplop tertulis "Untuk ayah tersayang"
Setelah belasan tahun menjadi single parent, baru kali ini ada surat
untuknya dari Lucy, anak gadisnya. Ada apa?
Kalimat pertama pada surat itu sudah mengguncang hatinya;
Ayah tersayang, jika ayah membaca surat ini maka aku sudah tidak ada di
rumah.
Sekalipun berat John melanjutkan bacaan kata demi kata.
Ayah, aku telah menemukan pria yang akan mendampingiku selamanya.
Memang buat orang lain dia sudah terlalu tua, tapi bagiku pria berusia 45
tahun masih tetap muda.
Dia sangat energik ayah, kalau ayah mengenal lebih dekat dengannya pasti
ayah juga akan menyukainya.
Ayah jangan terkecoh dengan tato di seluruh tubuhnya atau janggut dan
brewoknya yang panjang atau puluhan tindik di telinga dan hidungnya, karena
jauh di dalam hatinya ia adalah orang baik.
Ia sangat sayang padaku, dan juga ayah dari anak di dalam kandunganku.
Istrinya tidak keberatan aku mendampinginya, karena istrinya sudah sibuk
mengurus anaknya yang banyak.
Oh iya, ayah tidak usah khawatir tentang kehidupanku.
Ia menguasai penjualan ekstasi di kota, jadi uang sama sekali bukan masalah
buat kehidupan kami.
Saya tahu ia sudah mengidap HIV sejak lama, tapi katanya dalam beberapa
tahun ke depan obat penyakit AIDS akan ditemukan jadi aku tidak perlu
khawatir bukan?
Ayah jangan bersedih karena aku bahagia.
Usiaku sudah 18 tahun ayah jadi aku bisa memutuskan yang terbaik untuk
hidupku.
Tanpa sadar, air mata sang ayah menetes jatuh ke lembar surat itu.
Bagaimana mungkin anaknya yang lucu dan periang bisa menjadi seperti inii?
Lembar pertama surat pertama baru saja selesai dibacanya.
Tangan sang ayah bergetar, berat rasanya, tapi ia membuka lembar kedua
surat itu.
Kali ini isinya jauh berbeda.
Ayah sayang,
Maaf, sebenarnya surat di halaman pertama tadi tidak benar-benar terjadi.
Saya hanya ingin menggambarkan betapa kemungkinan terburuk bisa terjadi
pada anak-anak gadis, dan syukurlah aku tidak demikian.
Ayah bahagia bukan, kalau aku tetap bersama ayah?
Ayah bahagia bukan, akau tidak menghancurkan diriku seperti itu?
Tentu saja, mempunyai anak yang rapornya jelek, jauh lebih menguntungkan
daripada mempunyai anak seperti itu.
Oh iya Ayah, raporku ada di dalam tas, nilainya jelek, maaf ya.
Silahkan ayah lihat, jangan lupa ditandatangani.
Besok guru ingin bicara dengan ayah tentang nilai raporku, jangan marah ya.
Kalau ayah tidak marah melihat nilai raporku, aku sedang bermain di rumah
sebelah, aku tunggu yah?
Love you Daddy.
"Lucy....... ...!" John berteriak dan lari ke rumah tetangganya, ia akan
mengitik habis anaknya yang 'keterlaluan' itu.
Lega rasanya hati John. Konyol tapi melegakan.
Tidak seperti kebanyakan ayah yang sedih melihat rapor anaknya yang buruk,
hati John justru berbunga-bunga karena ia tidak kehilangan anaknya.
Memang kali ini, keterlaluan sekali becanda anak gadisnya!
Sebenarnya Lucy hanya ingin agar ayahnya tidak marah melihat rapornya yang
buruk, untuk membuat masalah rapor buruk terlihat kecil ia membuat gambaran
masalah besar yang mungkin terjadi sehingga masalah yang ada jadi terlihat
kecil.
Ini sebenarnya adalah seni bersyukur dan seni berkomunikasi dengan diri.
Kalau Anda ingin bersyukur atas kesulitan yang kita terima maka kita
sebaiknya membayangkan kesulitan lebih besar yang mungkin bisa kita alami.
Dengan demikian kita bisa menghindari diri dari stres atau kegalauan yang
berkepanjangan.
Masalah kekecewaan hati atau rasa tidak bersyukur biasanya tidak
berhubungan dengan uang tapi lebih karena penerimaan hati.
Orang yang tidak bersyukur biasanya FOKUS PADA YANG TIDAK DIPUNYAI
sedangkan ORANG BERSYUKUR FOKUS PADA YANG DIMILIKI.
Kita bisa melihat anak kampung bahagia main layang layang yang 1 set
berharga tidak lebih dari Rp 5000.
Tapi anak orang kaya ngambek pada orang tuanya padahal baru dibelikan
pesawat remore control seharga 5 juta. Kenapa? Karena anak kaya itu suka
dengan yang model baru seharga 15 juta.
Ada anak kaya yang ngambek pada orang tuanya karena link internet putus
satu hari karena lupa bayar bulanan, padahal ia sudah beruntung bisa
mengakses internet selama 29 hari sebelumnya.
Memang apa yang dilakukan Lucy pada Ayahnya John agak keterlaluan, tapi itu
gambaran dramatis tentang bagaimana bisa membuat diri kita bersyukur apa
adanya.
Sudahkan Anda bersyukur hari ini?
KATA ORANG SINGAPURA TENTANG INDONESIA
NIH........Kata orang Singapore tentang Indonesia dari Milist Tetangga :
Suatu pagi di Bandar Lampung, ketika menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia"
"Everything can be found here in Indonesia, u don't need the world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,
dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"
"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000
orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang
yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah
rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat."
"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di
Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air
bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan
pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari
bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan
si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya
sendiri"
"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2
kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri."
"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia
will rules the world.."
So, let's we love our products and Our Beautifull Country Indonesia.
Pada Rasa
Menahan amarah nafsu yang menggerorogoti jiwa,
Bertemu pada sosok silih berganti,
Menggantungkan rasa berbentuk cinta dihati,
Padanya,
dia, ia dan kadang mereka,
Satu per
satu mengais rasa iba dihatiku,
Dan
menjalar sayang yang menular,
Sampai-sampai
cinta mencium bibir raga,
Dan pada
akhirnya terjerembab pada pesona keindahan rupa,
Aku kira
jiwa bersama raga mampu menahan keengganan,
Dan
me-almarhumkan selamanya,
Karena
setiap mereka punya sisi yang minta dicintai,
Dan aku
juga butuh itu,
Bersama
ke-Tuhanan yang kubuat-buat,
Merayap
pada tangga iman bejat,
Mengulum
senyum kemunafikan pada waktu,
Karena
ternyata dibaliknya,
Ada
banyak jiwa ternoda oleh masa-ku,
Percaya
atau tidak,
Entah
apa pesona yang terpancar pada sebuah raga biasa,
Hingga
mereka meminta pada ikatan tak sempurna,
Aku tak
pernah menginginkan pada awal mula,
Namun
keelokan raga membuatku terpesona,
Langganan:
Postingan (Atom)